Enter your keyword

post

Homestay dan Fun Camp

Time: 26-28 September 2018
Press Release :
Belajar di mana saja, kepada siapa saja: SMP Lazuardi Camp

26-28 September menjadi hari yang sibuk bagi civitas Academica Lazuardi Global Compassionate School. Bagaimana tidak siswa-siswi dari mulai kelas 4,5,6 SD dan 7,8,9 SMP mengikuti kegiatan camping di tempat yang berbeda-beda.

Bertemakan Islamic Super Camp, siswa-siswi kelas 4,5,6 SD Lazuardi berkemah di sekolah dengan menggunakan tenda dari kepolisian lengkap dengan tempat tidur khusus. Suasana seru mulai menyelimuti hati siswa-siswi dari hari sebelumnya ketika melihat tenda yang selama ini hanya mereka lihat di televisi ketika sedang ada bencana alam atau kondisi darurat lainnya. “Aku nggak sabar pengen cobain rasanya tidur di tenda penampungan ini, apalagi sama teman-teman lainnya pasti seru!” ungkap salah satu peserta camp dari kelas 5. Peserta islamic supercamp kali ini juga dibekali dengan berbagai ilmu baru yang diajarkan oleh para ahli di bidangnya. Setelah sesi pembukaan ada sharing session dari kak Dwi Puji salah satu peraih medali emas pencak silat, lalu dilanjutkan sharing dari BMKG yang diwakili Kak Ririn dan Kak Irma selaku Humas BMKG yang mengajarkan cara melindungi diri saat gempa terjadi. Setelah itu siswa dibagi menjadi dua kelompok untuk belajar membuat cupcake dan kesenian decoupage. Hasil karya ini yang nantinya akan mereka bawa ke panti asuhan sekitar sekolah sebagai oleh-oleh untuk para penghuninya. Kegiatan ini memang ditujukan untuk melatih sifat welas asih siswa-siswi Lazuardi. Setelah bersilaturahmi ke panti asuhan, kegiatan khas perkemahan pun dilakukan seperti treasure hunt, shalat berjamaah dan api unggun.

Untuk siswa-siswi SMP, tentu saja kegiatannnya berbeda. Alih-alih berkemah di hutan atau pegunungan, siswa-siswi kelas 9 SMP Lazuardi berkunjung ke desa Purasari, Leuwiliang untuk melakukan kegiatan homestay di rumah penduduk. Masing-masing rumah penduduk mengakomodir 2-5 orang siswa yang nantinya akan menginap dan membantu segala pekerjaan yang dilakukan induk semangnya. Siswa-siswi juga diwajibkan melakukan pekerjaan yang sama dengan pekerjaan induk semangnya.Selain itu, siswa siswi juga sudah membawa misi sosial dimana mereka akan membersihkan masjid, membuat perpustakaan dari buku-buku hasil sumbangan dan juga menggelar bazaar pakaian murah yang hasilnya akan disumbangkan kembali ke desa itu.  Yang tak kalah menarik adalah kegiatan “Lazuardi Mengajar” dimana siswa-siswi akan mengajarkan kepandaian dan keahliannya dalam suatu bidang kepada siswa-siswi di salah satu sekolah yang ada di desa Purasari.

Untuk siswa kelas 7-8, kegiatan yang diikuti adalah Fun Camp, dimana mereka akan berkemah di alam. Tujuan utama program ini selain untuk mempersiapkan mereka untuk mengikuti kegiatan homestay di kelas 9 nanti, juga untuk melatih siswa untuk beradaptasi dengan alam. “Sifat welas asih terhadap lingkungan juga harus dilatih sejak dini. Bagaimana ketika kita hidup di alam, kita tetap dapat menjaga dan merawatnya.” Jelas Bu Yun Kusumawati selaku kepala sekolah SMP Lazuardi.

Salah satu benang yang menghubungkan semua kegiatan yang diikuti siswa-siswi diatas adalah kemandirian dan welas asih. Sonya Sinyanyuri selaku kepala sekolah SD Lazuardi menambahkan “Kami ingin anak-anak sadar dan bangga bahwa ternyata mereka bisa melakukan banyak hal sendiri jika mereka mau, dan kebanggaan yang sama juga akan mereka rasakan ketika mereka bisa berbagi hasil usahanya sendiri kepada teman-teman lain yang kurang beruntung”

Link foto supercamp SD

Link foto Homestay dan Funcamp SMP

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.