Enter your keyword

post

Global Compassionate School

Sekolah Islam Berbasis Welas Asih Pertama di Indonesia.

Empat tahun setelah penandatanganan Piagam Welas Asih (Charter for Compassion) di Banyuwangi yang sekaligus menandai Banyuwangi sebagai kota pertama di Indonesia yang menjadi kota welas asih, Sabtu, 11 Agustus lalu Lazuardi Global Islamic School juga menandatangani piagam yang sama sebagai sekolah welas asih pertama di Indonesia yang tercatat namanya dalam daftar Compassion Action International.

Piagam ini ditandatangani oleh DR. Haidar Bagir MA selaku Ketua Yayasan Lazuardi yang juga merupakan  Board member Compassion Action International. “Penandatanganan ini sekaligus merupakan awal mula dari perubahan semua jajaran sekolah Lazuardi menuju sekolah berwawasan welas asih” jelas Haidar mengenai cabang dan mitra sekolah Lazuardi yang seluruhnya berjumlah 19 sekolah di seluruh Indonesia. “Sejak awal berdirinya sekolah Lazuardi merupakan sekolah islam berwawasan global, dengan berubahnya nama Lazuardi menjadi Lazuardi Global Compassionate School, bukan berarti keislamannya dihilangkan. Sebaliknya, kita justru mengeksplor lebih dalam lagi ke dalam esensi Islam. Karena kami percaya Welas Asih, atau Rahmah dalam bahasa Arabnya, merupakan esensi ajaran Agama Islam yang dibawa oleh Rasulullah saw” tambahnya.

Di atas semua itu, transformasi Lazuardi menjadi sekolah welas-asih ini, diharapkan para lulusan sekolah-sekolah Lazuardi, ketika terjun di masyarakat, dapat menjadi orang-orang yang memiliki sifat welas-asih kepada sesamanya. Khususnya dalam mengorientasikan kehidupan mereka untuk mengulurkan tangan kepada sesamanya yang mengalami kesusahan.

“Di era sosial media ini mudah sekali orang membenci, menyalahkan, dan merendahkan orang lain. Nah, dengan penekanan terhadap prinsip welas asih Islam ini, diharapkan keadaan ini bisa kita perbaiki.” Fitrop yang merupakan pemandu acara ini, menyimpulkan, dalam salah satu kesempatan setelah mendengarkan penjelasan Pak Haidar.


Sekolah berbasis welas asih ini diharapkan akan melahirkan siswa-siswi yang mengedepankan karakter positif, terutama welas asih, sebagai sebuah aset yang sebenarnya sudah mendarah daging dalam bangsa kita namun akhir-akhir ini seperti tertutup oleh kecenderungan-kecenderungan negatif sebagian masyarakat kita.

Tautan:
https://charterforcompassion.org/
https://www.kompasiana.com/irfanamalee/54f41b56745513a32b6c8642/apakah-sekolah-kita-sudah-beradab
http://irfanamalee.wixsite.com/pgproject/about1

Visi

“Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebajikan, welas asih, dan kebahagiaan spiritual.”

Mencapai world class school yang dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam upaya perbaikan terus-menerus falsafah, prinsip, sistem, praktik pendidikan serta mendorong ke arah pemerataan pendidikan berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Misi

“Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.”

Membekali siswanya untuk dapat memiliki kesemua bekal bagi suatu kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat, mengadvokasi pemerintah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan accessible untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah yang berkualitas.

Ada 4 elemen utama yang terdapat dalam pernyataan visi ini:
  • Masyarakat Berbudaya Luhur

    *  Memiliki sistem dalam proses bermasyarakat.
    * Berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

  • Kebajikan – Fokus Sebagai Makhluk Sosial

    *  Akhlak mulia.
    *  Amal saleh.

  • Welas Asih – Empati yang Berlanjut Pada Simpati

    *  Kemampuan merasakan/prihatin terhadap masalah atau kesulitan orang lain.
    *  Terdorong untuk membantu orang lain lepas dari kesulitan.

  • Kebahagiaan Spiritual – Fokus Sebagai Individu

    *  Kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri, dan tidak ditentukan oleh faktor-faktor eksternal (orang lain, lingkungan, dsb).

Pernyataan misi tersebut memiliki 3 penjelasan utama:
  • Menggali Potensi (showcase program/activity that menggali potensi)

    • Setiap individu memiliki potensi yang besar dalam dirinya.
    • Tidak semua orang menyadari potensi yang mereka miliki.
    • Hasil dari proses ini adalah individu yang bersangkutan dapat mulai mengidentifikasi potensi yang dia miliki.
  • Mengembangkan Potensi

    • Potensi hanyalah benih yang tidak akan berubah menjadi kekuatan-kekuatan jika tidak kita tindak lanjuti.
    • Setelah menggali dan mengidentifikasi potensi, perlu ditindaklanjuti dengan terus diasah dan dikembangkan agar dapat menjadi sumber daya utama kita dalam menciptakan perbaikan kehidupan.
  • Perbaikan Kehidupan

    • Kehidupan kita pribadi sebagai seorang individu.
    • Kehidupan sosial dan lingkungan kita.

tujuan akhir

Menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah dan sejahtera baik secara fisik (sandang, pangan, papan), secara mental memiliki yang kuat dan secara spiritual memiliki sense of purpose in life dan sense of mission to help others demi meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

tujuan kelembagaan

Menjadi World Class School, yang memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki SDM dalam jumlah cukup yang capable, terus belajar, serta bersikap dan bekerja profesional.

  • Memiliki organisasi dan manajemen yang supportive.

  • Selalu memiliki perencanaan-perencanaan yang sistematis.

  • Memiliki standar best practice dan menerapkannya dengan sebaik-baiknya.

  • Memiliki sistem monitoring dan control untuk memastikan best practice berjalan disamping juga membuka ruang bagi continuous improvement.

  • Memiliki resources yang cukup untuk menyelenggarakan organisasi dengan sebaik-baiknya.

Sasaran

Dengan berlandaskan konsep Taksonomi Bloom yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, proses pembelajaran diharapkan mengembangkan life skills siswa didik ke tingkat yang paling tinggi termasuk :

  • Kompetensi personal

    Beriman kuat, bertakwa dan berakhlak mulia,percaya diri dan kreatif

  • Kompetensi sosial

    Menguasai kemampuan komunikatif, memiliki kemampuan menjalin dan membangun relasi dengan kelompok masyarakat yang beragam, memiliki keprihatinan sosial dan cinta lingkungan

  • Kompetensi akademik

    Menguasai kemampuan-kemampuan dasar,memiliki kecintaan kepada ilmu pengetahuan,tahu cara mengembangkan ilmu, memiliki wawasan luas dan menguasai kemampuan riset.

  • Kompetensi vokasional

    Memiliki keterampilan tinggi di bidang tertentu

Visi

“Masyarakat berbudaya luhur berlandaskan kebajikan, welas asih, dan kebahagiaan spiritual.”

Mencapai world class school yang dapat menjadi sumber inovasi dan kreativitas dalam upaya perbaikan terus-menerus falsafah, prinsip, sistem, praktik pendidikan serta mendorong ke arah pemerataan pendidikan berkualitas untuk seluruh masyarakat Indonesia.

Ada 4 elemen utama yang terdapat dalam pernyataan visi ini:

  • Masyarakat Berbudaya Luhur

    • Memiliki sistem dalam proses bermasyarakat.
    • Berperan aktif dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Kebajikan – Fokus Sebagai Makhluk Sosial

    • Akhlak mulia.
    • Amal saleh.
  • Welas Asih – Empati yang Berlanjut Pada Simpati

    • Kemampuan merasakan/prihatin terhadap masalah atau kesulitan orang lain.
    •  Terdorong untuk membantu orang lain lepas dari kesulitan.
  • Kebahagiaan Spiritual – Fokus Sebagai Individu

    • Kebahagiaan yang bersumber dari dalam diri, dan tidak ditentukan oleh faktor-faktor eksternal (orang lain, lingkungan, dsb).

Misi

“Menggali dan mengembangkan potensi setiap individu dalam menciptakan perbaikan kehidupan.”

Membekali siswanya untuk dapat memiliki kesemua bekal bagi suatu kehidupan yang baik di dunia dan di akhirat, mengadvokasi pemerintah untuk mengembangkan sistem pendidikan yang baik dan accessible untuk seluruh masyarakat Indonesia, serta mendorong tumbuhnya sekolah-sekolah yang berkualitas.

Pernyataan misi tersebut memiliki 3 penjelasan utama:

  • Menggali Potensi (showcase program/activity that menggali potensi)

    • Setiap individu memiliki potensi yang besar dalam dirinya.
    • Tidak semua orang menyadari potensi yang mereka miliki.
    • Hasil dari proses ini adalah individu yang bersangkutan dapat mulai mengidentifikasi potensi yang dia miliki.
  • Mengembangkan Potensi

    • Potensi hanyalah benih yang tidak akan berubah menjadi kekuatan-kekuatan jika tidak kita tindak lanjuti.
    • Setelah menggali dan mengidentifikasi potensi, perlu ditindaklanjuti dengan terus diasah dan dikembangkan agar dapat menjadi sumber daya utama kita dalam menciptakan perbaikan kehidupan.
  • Perbaikan Kehidupan

    • Kehidupan kita pribadi sebagai seorang individu.
    • Kehidupan sosial dan lingkungan kita.

tujuan akhir

Menghasilkan siswa yang berakhlakul karimah dan sejahtera baik secara fisik (sandang, pangan, papan), secara mental memiliki yang kuat dan secara spiritual memiliki sense of purpose in life dan sense of mission to help others demi meraih kebahagiaan di dunia maupun di akhirat.

tujuan kelembagaan

Menjadi World Class School, yang memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki SDM dalam jumlah cukup yang capable, terus belajar, serta bersikap dan bekerja profesional.

  • Memiliki organisasi dan manajemen yang supportive.

  • Selalu memiliki perencanaan-perencanaan yang sistematis.

  • Memiliki standar best practice dan menerapkannya dengan sebaik-baiknya.

  • Memiliki sistem monitoring dan control untuk memastikan best practice berjalan disamping juga membuka ruang bagi continuous improvement.

  • Memiliki resources yang cukup untuk menyelenggarakan organisasi dengan sebaik-baiknya.

Sasaran

Dengan berlandaskan konsep Taksonomi Bloom yang meliputi ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, proses pembelajaran diharapkan mengembangkan life skills siswa didik ke tingkat yang paling tinggi termasuk :

  • Kompetensi personal

    Beriman kuat, bertakwa dan berakhlak mulia,percaya diri dan kreatif

  • Kompetensi sosial

    Menguasai kemampuan komunikatif, memiliki kemampuan menjalin dan membangun relasi dengan kelompok masyarakat yang beragam, memiliki keprihatinan sosial dan cinta lingkungan

  • Kompetensi akademik

    Menguasai kemampuan-kemampuan dasar,memiliki kecintaan kepada ilmu pengetahuan,tahu cara mengembangkan ilmu, memiliki wawasan luas dan menguasai kemampuan riset.

  • Kompetensi vokasional

    Memiliki keterampilan tinggi di bidang tertentu

Core Values

  • Inklusi

    Perilaku-perilaku utama dari value ini adalah:

    • Menyikapi keragaman secara terbuka dan kritis.
    • Berinisiatif untuk mempelajari mengambil manfaat dari perspektif dan situasi yang beragam.
  • Global Awareness

    Perilaku-perilaku utama dari value ini adalah:

    • Mengikuti perkembangan berbagai isu global.
    • Menunjukkan kontribusi positif terkait dengan isu-isu global.
  • Berorientasi Masa Depan

    Perilaku-perilaku utama dari value ini adalah:

    • Membuat keputusan dan rancangan masa depan yang lebih baik.
    • Mengaktualisasikan potensi secara berkelanjutan.
  • Welas Asih

    Perilaku-perilaku utama dari value ini adalah:

    • Menerima dan menghargai kondisi setiap individu sebagai bagian dari kebersamaan.
    • Melakukan upaya untuk menciptakan kebersamaan.
    • Melakukan upaya untuk membantu sesama makhluk.
  • Integritas

    Perilaku utama dari value ini adalah:

    • Melaksanakan amanah pekerjaan dengan sempurna (ihsan) sesuai dengan peraturan dan nilai-nilai organisasi.
  • Spiritual

    Perilaku-perilaku utama dari value ini adalah:

    • Menunjukkan usaha untuk selalu meningkatkan pengetahuan dan penghayatan agama.
    • Melaksanakan ibadah harian dengan sebaik-baiknya.

PENDAHULUAN

Sejak berdirinya, Lazuardi Global Islamic School mengemban misi untuk mengembangkan potensi setiap individu dan mencetak generasi muslim yang memiliki karakter kuat dan berkualitas. Berbagai upaya dalam pembelajaran dan aktivitas sekolah diselenggarakan demi tercapainya tujuan tersebut sekaligus mengayomi siswa-siswinya agar selalu memelihara akhlak yang mulia. Sering dengan berkembangnya zaman maka berbagai daya dan upaya kami kerahkan agar visi dan misi Lazuardi tetap tercapai, salah satunya adalah dengan mengkaji ulang visi, misi, serta nilai-nilai yang dibutuhkan untuk membentuk karakter yang mulia serta generasi muda yang dapat menjadi tumpuan Bangsa.

Lazuardi Global Islamic School bertransformasi menjadi Lazuardi Global Compassionate School – Sekolah Islam Berwawasan Welas Asih demi untuk mendukung terciptanya generasi muda yang berbudaya luhur berlandaskan kebajikan, welas asih, dan kebahagiaan spiritual.

Untuk memperkenalkan konsep baru Lazuardi, maka kami mengundang Orang Tua Siswa, Sekolah Mitra, Publik dan juga Media untuk mendengarkan pemaparan tentang Lazuardi sebagai sekolah islam berwawasan welas asih oleh Bp. DR. Haidar Bagir, MA (Presiden Direktur Lazuardi Global Islamic School), dan penjelasan tentang  Global Compassionate School oleh Irfan Amalee (CEO Gerakan Islam Cinta) dipandu oleh MC Ternama Fitri Tropica.

Facebook Post

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.