Enter your keyword

Frequently Asked Questions

Tentang Beban Kurikulum

Lazuardi meminimumkan beban kurikulum hingga sebatas yang benar-benar diperlukan, sejalan dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, yakni mempersiapkan para siswanya untuk menjadi orang-orang yang sukses dan sejahtera secara fisik, mental, dan spiritual. Dengan kata lain, membekali mereka tidak hanya pengetahuan, namun juga ahklak, life skills dan kepekaan lingkungan, sebagaimana dicanangkan oleh Kurikulum 2013.

Bagi Lazuardi, unsur-unsur life skills itu mencakup:

  • Kecintaan kepada ilmu pengetahuan
  • Keterampilan belajar (mencari ilmu)
  • Keterampilan berkomunikasi, khususnya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan Persatuan dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi Internasional baik secara lisan, tertulis, maupun dengan mempergunakan tools lain, seperti komputer, audio-visual, dsb.
  • Kepercayaan diri
  • Akhlak mulia
  • Kepekaan Sosial
  • Penghargaan kepada lingkungan hidup

Dalam penyusunan kurikulum, Lazuardi mengakomodasikan unsur-unsur yang baik dari berbagai penelitian dan pengalaman pendidikan lain, baik di dalam maupun di luar negeri. Mata pelajaran, tema dan topik-topik bahasan dilakukan dengan sepenuhnya mengacu kepada kebutuhan akan penanaman life skills.

Tentang Keketatan Standar Pencapaian

Meski menyederhanakan beban kurikulum, sama sekali tak berarti bahwa Lazuardi hendak mengendorkan standar pencapaian atau prestasi siswa. Sebaliknya, pengurangan beban tersebut dilakukan justru agar tersedia cukup waktu dan sumberdaya untuk mencapai tingkat pencapaian maksimum dalam bidang-bidang yang menjadi sasaran pendidikan di Lazuardi seperti tersebut di atas. Tegasnya, Lazuardi menetapkan dan mengejar tingkat tertinggi pencapaian para siswanya.

Tentang Ketiadaan Tes Masuk dan Observasi

Lazuardi menerima siswa berdasarkan pada “on first come first served basis”. Para pendiri Lazuardi yakin bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan terbaik. Bahkan Lazuardi menerima siswa yang memiliki kebutuhan khusus.Tidak adanya tes masuk, meniadakan diskriminasi berdasar kemampuan anak secara akademik semata. anak-anak akan dihargai dengan potensi nya masing-masing.

Lazuardi percaya bahwa sekolah yang baik adalah yang dapat mengembangkan potensi siswanya, seperti apa pun kesiapan-akademiknya, menuju kehidupan yang sukses dan sejahtera. Sekolah Unggulan adalah sekolah terbaik pada proses pembelajarannya (the best proces) bukan pada nilai terbaik yang diterima (the best input). Sebagai ganti tes masuk, calon siswa akan mengikuti observasi. Observasi ini dilakukan semata-mata untuk mengumpulkan informasi akan kesiapan, kelebihan, dan kekurangan siswa agar dengan demikian bisa dirancang kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing siswa tersebut.

Tentang Fun Learning, Suasana Demokratis, dan Disiplin

Meski sepenuhnya percaya bahwa para siswa akan belajar paling baik dalam suasana nyaman, fun, dan demokratis, Lazuardi juga percaya pada keharusan menegakkan disiplin di kalangan para siswanya. Bahkan, pendekatan belajar-mengajar yang fun dan demokratis justru lebih membutuhkan disiplin yang ketat agar tidak terjadi chaos.

Pendisiplinan siswa dilakukan dengan Disiplin Positif untuk membangun keasadaran siswa itu sendiri, dengan sedapat mungkin disiplin ditetapkan sebagai konsensus dengan para siswa sendiri secara adil, serta tidak merusak harga diri dan kepercayaan diri siswa.

Tentang Hafalan

Jika seorang siswa telah memiliki kecintaan kepada ilmu pengetahuan dan tahu caranya mencari ilmu dan pengetahuan, maka keberadaan alat-alat teknologi informasi (menyimpan dan mencari) seperti komputer, internet, yang di masa-masa yang akan datang akan menjadi lebih praktis, kecil, ringan, powerful, dan affordable akan menggantikan fungsi hafalan. Sekaligus fungsi yang membantu untuk terus menerus meng-update wawasan dan pengetahuan yang terus berubah dan berkembang. Hafalan dibatasi (diminimumkan) hanya pada hal-hal yang tak bisa tidak memang harus dihafal, seperti konsep aritmatika, bacaan shalat, doa-doa dan lain sebagainya.

Hal ini mengingat, bahwa cepatnya perubahan zaman, akan banyak hal yang telah dihafal kehilangan relevansinya (kedaluwarsa, obsolete) ketika anak-anak menjadi dewasa. Belum lagi jika kita sadari bahwa banyak hal yang dihafal hanya bertahan dalam waktu pendek dan kenyatannya mudah terlupa, hafalan yang tidak diperlukan akan diganti dengan latihan dan praktik.

Tentang Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah yang membebani, diminimumkan untuk memberikan waktu bagi siswa dalam mengembangkan diri di berbagai kegiatan tambahan sekolah, dalam kegiatan bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan. Meski demikian, tetap diperlukan pekerjaan rumah untuk pelajaran-pelajaran yang memerlukan banyak latihan seperti membaca, menulis, matematika dan kegiatan-kegiatan (projects) yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan luar sekolah, wawancara, penelitian, dan sebagainya.

Namun, kapan saja dimungkinkan, hendaknya pekerjaan rumah tersebut juga mengandung unsur yang menyenangkan bagi siswa sehingga tak terlalu menambah beban dan tingkat stres siswa (kadang-kadang juga keluarganya).

Tentang Penerapan Bilingual Teaching

Bilingual Teaching, yakni penggunaan Bahasa Inggris di samping bahasa Indonesia sebagai medium pengajaran, dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan dan kesiapan siswa yang dimulai dari Pra sekolah.

Tentang Text Books dan Bahan Ajar

Dengan mengikuti Standar Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge , maka selain menggunakan buku Kurikulum 2013 Lazuardi juga menggunakan text books Cambridge (United Kingdom) dan buku Cambridge (Marshal Cavendish) yang sesuai dengan kurikulum khas Lazuardi. Selain itu, digunakan juga Material dan worksheet yang dikembangkan sendiri oleh para guru baik online maupun hard copy. Penggunan text books berbahasa Inggris diharapkan juga dapat lebih mendukung program bilingual teaching

Tentang Tes dan Ujian

Autentic Assesment dilakukan sesuai Standar Indikator Kompetensi yang diharapakan. Penilaian (assesment) dan ujian (examination) sepenuhnya sejalan dengan kurikulum khas Lazuardi dalam tingkatan High Order Thinking Skills (HOTS) . Penilaian dan ujian diarahkan untuk menilai pemahaman dan penguasaan siswa atas dasar-dasar ilmu dan wawasan umum, bukan hafalan-hafalan.

Penilaian juga tak hanya mengambil bentuk tes tertulis, melainkan juga tes praktik maupun kenyataan praktik sehari-hari siswa dalam kehidupan sekolah, sesuai dengan sifat kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotorik.

Bobot penilaian antara tes tertulis, tes praktik, dan kenyataan praktik sehari-hari untuk masing-masing bidang pelajaran bisa bervariasi sesuai pada jenis kemampuan yang diharapkan tersebut.

Tes diselenggarakan terutama untuk meng-endorse penguasan siswa, dan mendapatkan feed back bagi kegiatan belajar-mengajar (baik untuk sekolah, guru, maupun siswa sendiri).

Tentang Kesiapan Siswa Menghadapi Standar non-Lazuardi (Ujian Akhir, Ujian Masuk ke Jenjang Lebih Tinggi, dan Jika Siswa Pindah Sekolah di Tengah Jalan)

Untuk menghadapi ujian akhir atau ujian masuk ke jenjang yang lebih tinggi, Lazuardi menyediakan waktu khusus dan secukupnya (sedikitnya satu semester terakhir) menjelang ujian-ujian tersebut untuk men-drill para siswa dengan unsur-unsur kurikulum nasional.

Penyediaan waktu ini dapat dimungkinkan mengingat kurikulum khas Lazuardi bisa diselesaikan lebih cepat. Kepindahan sekolah siswa tidak mengalami kesulitan dimana siswa lazuardi dapat mengikuti pembelajaran Kurikulum Nasional maupun Internasional dan siswa lazuardi dapat menunjukan prestasinya di sekolah lanjutan maupun sekolah pindahan

Tentang Kaidah Semua Anak Naik Kelas

Lazuardi menganggap sebagaimana sistem yang diterapkan di negara-negara maju, siswa harus menempati jenjang pendidikan berdasar usianya. Membiarkan anak tetap tinggal di kelasnya yang lama karena kurangnya prestasi akademik, lebih banyak merugikan siswa ketimbang menguntungkan. Hal seperti ini lebih sering merusak self confident siswa, mencerabutnya dari jaringan-sosialnya, dan dengan demikian tidak banyak membantu membangkitkan semangatnya. Yang sering terjadi, anak yang tinggal kelas akan terus mundur prestasinya. Yang lebih diperlukan adalah program remedial dan upaya untuk membangkitkan semangat belajar siswa yang mundur. Khususnya untuk jenjang-jenjang pendidikan rendah, keberhasilan siswa masih amat tergantung dan lebih merupakan tanggung jawab guru dan sekolah.

Siswa dapat saja tidak dinaikkan kelas karena alasan-alasan yang amat khusus, umumnya terkait dengan persoalan sikap, seperti banyak melanggar prinsip kedisiplinan dan aturan sekolah atau tidak memenuhi syarat kehadiran, sering tidak masuk sekolah dan kurangnya perhatian orang tua dalam hal tersebut, atau karena alasan-alasan lain yang dapat diterima. Namun, sebelumnya sudah harus dilakukan peringatan dan diambil tindakan-tindakan pembinaan. Keputusan untuk tak menaikkan kelas harus mendapatkan approval dari Direktur Sekolah dan diskusi dengan orang tua.

Tentang Nilai Penting Membaca dan Menulis

Perlu penekanan khusus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis siswa. Karena, kegiatan membaca dan menulis sudah disepakati amat sentral dalam menentukan kesuksesan, sekaligus menunjang pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Membaca bukan saja menambah ilmu dan wawasan yang makin krusial dalam lingkungan yang berubah secara amat cepat melainkan juga dapat meningkatkan daya tahan (resilience. Adversity Quotient), sekaligus juga memiliki unsur eksistensial dan terapeutik. Menulis adalah medium ekspresi dan komunikasi, serta memiliki juga unsur terapeutik. (Dalam hubungannya dengan kegiatan menulis ini, kegiatan membaca juga memiliki peran yang amat menetukan). Sepintar apapun dan seluas apa pun wawasan seseorang, kesemuanya itu tak akan banyak berguna jika tak terkomunukasikan.

Tentang Prinsip Pendidikan Inklusi

Lazuardi percaya bahwa setiap anak dapat didik untuk hidup sejahtera dan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik. Di sisi lain, Lazuardi juga percaya bahwa anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus (special needs) akan terdidik dengan cara paling baik jika diakomodasi dalam sebuah pendidikan umum bersama anak-anak yang tak memiliki kebutuhan khusus. Sekaligus juga lebih memungkinkan mereka untuk memola cara-hidup mereka sesuai dengan cara hidup pada umumnya.

Pada praktitknya, keberadaan anak-anak dengan kebutuhan khusus ini ternyata juga memberikan nilai positif pada anak-anak lainnya. Yakni, dalam bentuk tumbuhnya kasih sayang dan rasa pengertian (empati) kepada teman-teman. Secara tidak langsung, hal ini menjadi medium tumbuhnya emotional intelligence (khususnya aspek interpersonal intelligence), yang terbukti akan amat bermanfaat bagi kesuksesan dan kebahagiaan hidup.

Tentang Pengajaran Agama

Pengajaran agama di Lazuardi, ditumbuhkan dengan pemahaman tentang keimanan dan kecintaan pada Allah SWT dan Rasulullah SAW , selain dimaksudkan untuk memberikan keterampilan menjalankan ibadah, dan diarahkan terutama untuk menanamkan akhlak mulia dengan meneladani Rasulullah SAW kepada para siswanya. Orientasi pembelajaran ibadah agama dilakukan dengan pembiasaan dan pemaknaan sesuai usia siswa.

Selain itu, pengajaran juga diarahkan kepada penghayatan agama yang bersifat terbuka dan progresif, yakni sejalan dengan kemajuan dan kebutuhan zaman, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar agama. Termasuk di dalamnya toleransi dalam beragama dan antaragama, yakni toleransi kepada berbagai kelompok di lingkungan persaudaraan Islam, maupun kepada masyarakat beragama lainnya.

Lulusan TK Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SD mana saja?

Sebagian besar melanjutkan ke  SD lazuardi Haura Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SD Negeri. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi  di SD negeri dan swasta.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Kegiatan ekskul adalah kegiatan yang dilakukan setelah jam sekolah. Antara lain ekskul tradisional dance, Taekwondo, Hulahop, angklung dan Taman Cinta Quran untuk penambahan jam belajar membaca quran sore hari dengan metode Tilawaty mudah menyenangkan (dengan Ustadz yang terlatih den tersertifikat dari lembaga Quran).

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana sekolah mengajarkan pendidikan agama?

Orientasi pembelajran agama di TK lazuardi GIS mengacu pada peningkatan budi pekerti ahlak/ karakter , ibadah sesuai  fikih di usianya dan penanaman Aqidah.

Apakah di TK Lazuardi menggunakan bahasa Inggris?

Lazuardi mengenalkan  penggunaan bahasa inggris sebagai medium pengajaran (pengantar bahasa) di samping bahasa indonesia dalam aktivitas belajar di sekolah.

Apakah TK lazuardi memberikan hafalan kepada siswanya?

Lazuardi lebih menekankan penanaman konsep dan pembiasaan bukan hafalan (memorize) yang hanya menggunakan kemampuan mengingat kecuali pada materi yang memang membutuhkan hafalan seperti : bacaan sholat. Anak-anak melakukannya dengan praktek shalat setiap hari sesuai dengan tahapan kemampuannya.

Bagiamana penerapan Activity Learning di kelas?

Strategi belajar lebih menitik beratkan pada keaktifan siswa. Untuk mendekatkan siswa pada kenyataan hidup sehari hari lazuardi menerapkan konsep pembelajaran kontekstual . sebanyak mungkin pembelajaran di aplikasikan dalam praktek kehidupan sehari hari (Applied learning).

Bagaimana cara belajar di TK Lazuardi?

Dengan moving class, berpindah pindah tempat/ sentra sesuai dengan materi yang akan di ajarkan. Lazuardi menjadikan lingkungan alam sebagai bagian dari fasilitas  belajar dengan segala konsekuensinya.

Apakah sekolah lazuardi memberikan PR bagi siswanya?

Lazuardi mengurangi beban pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah diberikan dalam bentuk project dalam tema tema yang akan berganti setiap 2-3 minggunya. Project tersebut juga melibatkan orangtua di rumah.

Bagaimana penerapan Disiplin di Lazuardi, apakah ada hukuman?

Lazuardi Haura GIS menerapkan suasana belajar yang menyenangkan dan demokratis namun tetap menjunjung tinggi disiplin. Dalam penerapan kedisiplinan siswa, Lazuardi GIS berpedoman pada konsep disiplin positif (menghindari hukuman fisik maupun psikis yang menjatuhkan mental siswa).

Bagaimana sistem penilaian yang diterapkan di TK Lazuardi?

Sistem penilaian yang diterapkan oleh Lazuardi GIS tidak semata-mata berdasarkan evaluasi akademik; proses belajar sehari – hari juga mendapat porsi yang tinggi. (Authentic Assesment). Penilaian akan meliputi ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Metode apa yang dipakai sekolah lazuardi untuk melihat berbagai kecerdasan pada setiap anak?

Lazuardi menggunakan pendekatan Multiple Intellegences dengan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga menghargai berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Sesuai dengan penelitian yang semakin mengemuka, kami yakin bahwa setiap anak adalah juara sebagaimana kecerdasan beragam yang mereka miliki.

Apakah yang dimaksud dengan CIPP (Cambridge International Primary Program)?

Cambridge International Primary Program adalah program dari Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pendidikan sekolah dasar (SD) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Bagaimana dengan siswa yang tidak bisa bahasa inggris yang mengikuti kurikulum cambridge?

SD Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris, seperti English day, English corner, dan English club. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam 3 (tiga) pelajaran English, Science dan Mathematic yang menggunakan  Kurikulum Cambridge, siswa akan terpantau kemampuannya dalam Cambridge Progression Test dari kelas 3 sampai kelas 5 dan juga Check Point Test di kelas 6 (opsional).

Lulusan SD Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SMP mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMP Negeri di Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SMP swasta, baik di dalam maupun di luar kota. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi baik pada bidang akademik maupun non akademik dan memiliki karakter yang kuat untuk melanjutkan ke  SMP negeri maupun swasta.

Bagaimana kesempatan SD Lazuardi masuk ke SMP Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMP negeri terbaik di Bandar Lampung maupun di luar kota bahkan ke luar negeri.

Apakah sering terjadi Bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SD Lazuardi untuk mengkondisikan lingkungan siswa secara positif, antara lain guru selalu berada di kelas, tidak ada ruang guru terpisah.  Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa, dengan kelas kecil dan jumlah siswa yang terbatas . Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan metode yang memungkinkan siswa untuk belajar bersama kelompok sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SD Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji Quran (reciting Quran), ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama, Khataman Quran dan Spiritual Camp serta kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam.

Guru-guru  agama Islam adalah lulusan Universitas Islam Terkemuka di Indonesia dengan pengalaman Qira’ah Musabaqah Tilawatil Quran.

Lazuardi Haura juga membuka Taman Cinta Quran untuk penambahan jam belajar membaca quran sore hari dengan metode Tilawaty mudah menyenangkan (dengan Ustadz yang terlatih den tersertifikat dari lembaga Quran).

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Ekskul terdiri dari Ekskul Wajib (untuk kelas atas ) yaitu : Pramuka, dan Marching Band / Ansamble

Ekskul pilihan pilihan

Yaitu Futsal, Basket Ball, Panahan, Menari, Sempoa, Manga, dan Taekwondo. Ekskul merupakan kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya.  Ekskul diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu.

Selain itu juga terdapat club seperti : English club, Science club, dan Tahsin-Tahfiz club. Club merupakan program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu.  Keikutsertaan club atas rekomendasi guru.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia antar jemput sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana Persiapan Ujian Sekolah nantinya?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 6 akan dipersiapkan pada persiapan Ujian Sekolah (US). Persiapan yang dilakukan adalah: Try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus.

Apakah yang dimaksud dengan LSP (Lower Secondary Program)?

Cambridge Lower Secondary Program adalah program dari Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pendidikan menengah pertama (SMP) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Bagaimana dengan siswa yang tidak bisa bahasa inggris yang mengikuti kurikulum cambridge?

SMP Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran berkurikulum Cambridge di kela.

Lulusan SMP Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SMA mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMA Negeri Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SMA swasta, di dalam dan luar kota. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi pada pada SMA negeri dan swasta.

Bagaimana kesempatan SMP Lazuardi masuk ke SMA Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMA negeri. Baik alumni siswa kami yang berasal dari SMA negeri atau swasta pun pada akhirnya tetap dapat melanjutkan ke universitas negeri.

Apakah sering terjadi Bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SMP Lazuardi untuk mengkondisikan lingkungan siswa secara positif, antara lain: Ruang guru berada di kelas, tidak ada ruang guru terpisah.  Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa, dengan kelas kecil jumlah siswa yang terbatas . Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa,. Pelaksanaan pembelajaran program Unit Aktivitas yang setiap kelompoknya terdiri atas gabungan siswa ketiga jenjang (7-9) sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SMP Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji Quran, ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama yang diadakan sekitar 2-3 kali dalam setahun  dan kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam dan juga Spiritual Camp (Pesantren Kilat).

Guru-guru  agama Islam adalah lulusan Universitas Islam Terkemuka di Indonesia dengan pengalaman Qira’ah Musabaqah Tilawatil Quran.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Ekskul terdiri dari Ekskul Wajib yaitu: Pramuka, Unit Aktifitas pilihan yaitu Futsal, Panahan, Basket, Menari, marching band, Ansamble, Musik Tradisional Lampung, Musik Group Band dan Club TED ED Club, English Club, Research Club, Tahsin – Tahfiz Club.

  • Unit Aktifitas adalah kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya dan tidak termasuk dalam materi pembelajaran. Diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu.
  • Ekskul Wajib adalah kegiatan pembelajaran (program pengembangan life skills)
  • Club adalah program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu, Keikutsertaannya atas rekomendasi guru.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia antar jemput sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana Persiapan Ujian Nasional nantinya?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 9 akan difokuskan pada persiapan Ujian Nasional (UN). Persiapan yang dilakukan adalah: Try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus.

Apakah Project-Based Learning?

Project-Based Learning(PBL) adalah pendekatan pengajaran yang secara sistematik melibatkan siswa secara aktif dalam memperoleh pengetahuan, meningkatkan pemahaman dan kecakapan hidup melalui serangkaian proses penyelidikan dan pencarian informasi yang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat kompleks dan autentik dalam kegiatan atau proyek tertentu.

Project-Based Learning merupakan pendekatan dinamis terhadap pengajaran dan pembelajaran yang semakin diterima di dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran PBL, di mana siswa mengeksplorasi masalah dan tantangan dunia nyata, semakin populer dan terbukti melibatkan minat dan motivasi diri siswa.

Apakah Project-Based Learning sama dengan project yang biasa ditugaskan guru selama ini?

Penugasan project selama ini  memang cukup berhasil, namun tidak semua “project” mengarah pada pembelajaran.  Seringkali project dikerjakan sendiri tanpa mempertimbangkan pentingnya kerja sama kelompok atau malah dikerjakan oleh orangtua. Bahkan jika dilakukan dalam kelompok, kontribusi siswa secara individual tidak terlihat, atau tidak semua anggota tim berperan secara memadai. Kelemahan lain adalah penilaian yang lebih menekankan pada hasil  tinimbang proses.

Project-Based Learning mengatasi masalah tersebut dengan adanya metodologi yang tepat. Sebuah project yang baik harus berakar dari riset dan memiliki tiga unsur penting: penguasaan konten, penggunaan dan pengembangan keterampilan menyelesaikan masalah dan kecakapan lain yang termasuk dalam Kecakapan Abad Ke-21, serta penguasaan mendalam tentang subyek yang dipelajari.

Apa saja faktor-faktor penting dalam kerangka pembelajaran Project-Based Learning?

Project-Based Learning dirancang dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting:

  • Lingkungan belajar yang aman dan terhormat
    • Keamanan fisik dan intelektual bagi semua siswa harus dilindungi sehingga siswa dapat mengambil risiko yang dituntut dalam situasi project yang kompleks. Guruharus menetapkan batas-batas perilaku yang jelas dan mendukung suatu

 

  • atmosfer di mana gagasan yang berbeda dapat bersanding dengan saling menghormati.

 

  • Hubungan guru dan siswa yang personal
    • Guruharus mengenal siswanya dengan cukup baik untuk menjadi mitra pendidik orangtua di sekolah. Ini membutuhkan niat membangun hubungan baik dengan siswa, bersedia mendengarkan dengan hormat dan aktif, dan menyediakan kesempatan nyata bagi siswa untuk turut membentuk lingkungan belajar mereka.
  • Hubungan sesama siswa yang produktif
    • Kemampuan kerjasama tim yang baik yang disyaratkan sebagian besar project membutuhkan lingkungan kelas di mana siswa saling mengenal, mempercayai dan menghargai serta siap terlibat dalam situasi kolaborasi yang kental.
  • Transformasi peran guru
    • PBL mengubah peran guru dari penyedia materi menjadi koordinator pembelajaran. Guruakan mengurangi waktu menerangkan dan mengarahkan, dan sebaliknya akan lebih banyak merencakan, mengamati, mendengarkan, melatih, memfasilitasi dan membentuk karakter.
  • Keterlibatan dan komitmen guru yang semakin intens
    • Guru harus memberi teladan komitmen yang tinggi. Ini berarti bersedia melakukan lebih dari yang diharapkan siswa, merespon kebutuhan individual, mempertahankan harapan keberhasilan bagi semua, dan menolak membiarkan siswa “bersembunyi” atau lolos dengan usaha yang setengah-setengah.
  • Keterlibatan orangtua dalam pembelajaran
    • Orangtua dapat memainkan peran penting dengan membantu siswa dalam proses penyidikan dan pencarian (inquiry), menyediakan sumberdaya tambahan, mendampingi siswa dalam kunjungan belajar yang sesuai dan menjadi penonton dalam eksibisi publik.
  • Kemitraan dengan masyarakat
    • Organisasi kemasyarakatan, perusahaan, dan institusi pendidikan tinggi juga dapat mendukung PBL dalam berbagai cara. Beberapa mitra dapat menyediakan project pendorong (impetusproject) dengan memberdayakan siswa untuk memecahkan masalah riil untuk sekolah, perusahaan atau organisasi mereka. Pihak lain dapat bekerjasama dengan menyediakan mentor, pengarah project, pakar, dan panel penilai unjuk kerja.

Bagaimana teknis penerapan Project-Based Learning di Lazuardi GIS?

Pada tahun ajaran 2013-2014, telah dibuka satu kelas program PBL di Kelas 1, sementara Kelas 1 lainnya tetap menjalankan program reguler. Siswamengikuti model PBL mulai Kelas1 hingga Kelas5. Di Kelas 6, siswa akan mengikuti persiapan Ujian Nasional secara intensif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Bagi siswa program PBL, mata pelajaran Bahasa Indonesia, Social Studies, Science, Health, Math dan PKn akan terintegrasi dalam project mereka. Siswa program PBL akan bergabung dengan siswa program reguler dalam mata pelajaran lain seperti dalam Olahraga, Art, Pendidikan Islam, English Language Arts; dan kegiatan tambahanseperti Club dan Unit Activity.

Apakah ada kriteria khusus bagi peserta program PBL?

Kegiatan belajar dengan pendekatan Project-Based Learning  mensyaratkan kemandirian siswa dan dukungan orangtua untuk secara intens terlibat dalam pembelajaran. Selain kedua hal tersebut, tidak ada persyaratan lain. Biaya program Project-Based Learning sama dengan biaya kelas reguler.Jika orangtua berminat mengikutsertakan putra/putrinya dalam program ini, silakan menghubungi sekolah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Apakah yang dimaksud dengan LSP (Lower Secondary Programme)?

Cambridge Lower Secondary Program adalah program Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pedidikan menengah pertama (SMP) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Notes: LSP ini masih tercantum di brosur. Ada informasi bahwa LSP sudah di update dengan program Secondary 1. (bisa di cross check ke ASEO)

Bagaimana dengan siswa tidak bisa berbahasa Inggris yang mengikuti kurikulum Cambridge?

SMP Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran berkurikulum Cambridge di kelas.

Lulusan SMP Lazuardi melanjutkan ke SMA mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMA Negeri (Depok dan Jakarta), ada yang melanjutkan ke SMA swasta.

Bagaimana chance SMP Lazuardi untuk masuk ke SMA Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMA negeri. Baik alumni siswa kami yang berasal dari SMA negeri atau swasta pun pada akhirnya tetap dapat melanjutkan ke universitas negeri.

Apakah sering terjadi bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SMP Lazuardi untuk menekannya, antara lain: guru kelas stand by di kelas. Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa. Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa,. Pelaksanaan pembelajaran program Unit Aktivitas yang setiap kelompoknya terdiri atas gabungan siswa ketiga jenjang (7-9) sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SMP Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji, ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama yang diadakan sekitar2-3 kali dalam setahun  dan kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Antara lain ekskul panahan, renang, taekwondo, mangaa, mini orkestra.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Pukul berapa kegiatan pembelajaran dimulai dan selesai?

Pembelajaran dimulai pukul  7.30 dan selesai pada pukul 14.35 WIB.

Bagaimana persiapan UN nanti?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 9 akan difokuskan pada persiapan Ujian Nasional (UN). Persiapan yang dilakukan adalah: try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus

Perbedaan antara ekskul, UA, dan club

Ekskul (ekstrakurikuler) adalah kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya dan tidak termasuk dalam materi pembelajaran. Diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu, memerlukan biaya khusus jika siswa ingin mengikutinya.

UA (Unit Aktivitas) adalah kegiatan pembelajaran (program pengembangan life skills)yang terbagi atas beberapa paket, sudah termasuk dalam biaya sekolah, dan wajib diikuti oleh seluruh siswa. Setiap paket terdiri dari beberapa bidang: olahraga, musik, Art, pengembangan diri, dan IT.

Club adalah program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu, contohnya: Club Band, Club Science. Tidak dikenakan biaya untuk bergabung dalam club tertentu. Keikutsertaannya atas rekomendasi guru.

GENERAL

Tentang Beban Kurikulum

Lazuardi meminimumkan beban kurikulum hingga sebatas yang benar-benar diperlukan, sejalan dengan tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, yakni mempersiapkan para siswanya untuk menjadi orang-orang yang sukses dan sejahtera secara fisik, mental, dan spiritual. Dengan kata lain, membekali mereka tidak hanya pengetahuan, namun juga ahklak, life skills dan kepekaan lingkungan, sebagaimana dicanangkan oleh Kurikulum 2013.

Bagi Lazuardi, unsur-unsur life skills itu mencakup:

  • Kecintaan kepada ilmu pengetahuan
  • Keterampilan belajar (mencari ilmu)
  • Keterampilan berkomunikasi, khususnya bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dan Persatuan dan bahasa Inggris sebagai bahasa komunikasi Internasional baik secara lisan, tertulis, maupun dengan mempergunakan tools lain, seperti komputer, audio-visual, dsb.
  • Kepercayaan diri
  • Akhlak mulia
  • Kepekaan Sosial
  • Penghargaan kepada lingkungan hidup

Dalam penyusunan kurikulum, Lazuardi mengakomodasikan unsur-unsur yang baik dari berbagai penelitian dan pengalaman pendidikan lain, baik di dalam maupun di luar negeri. Mata pelajaran, tema dan topik-topik bahasan dilakukan dengan sepenuhnya mengacu kepada kebutuhan akan penanaman life skills.

Tentang Keketatan Standar Pencapaian

Meski menyederhanakan beban kurikulum, sama sekali tak berarti bahwa Lazuardi hendak mengendorkan standar pencapaian atau prestasi siswa. Sebaliknya, pengurangan beban tersebut dilakukan justru agar tersedia cukup waktu dan sumberdaya untuk mencapai tingkat pencapaian maksimum dalam bidang-bidang yang menjadi sasaran pendidikan di Lazuardi seperti tersebut di atas. Tegasnya, Lazuardi menetapkan dan mengejar tingkat tertinggi pencapaian para siswanya.

Tentang Ketiadaan Tes Masuk dan Observasi

Lazuardi menerima siswa berdasarkan pada “on first come first served basis”. Para pendiri Lazuardi yakin bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan terbaik. Bahkan Lazuardi menerima siswa yang memiliki kebutuhan khusus.Tidak adanya tes masuk, meniadakan diskriminasi berdasar kemampuan anak secara akademik semata. anak-anak akan dihargai dengan potensi nya masing-masing.

Lazuardi percaya bahwa sekolah yang baik adalah yang dapat mengembangkan potensi siswanya, seperti apa pun kesiapan-akademiknya, menuju kehidupan yang sukses dan sejahtera. Sekolah Unggulan adalah sekolah terbaik pada proses pembelajarannya (the best proces) bukan pada nilai terbaik yang diterima (the best input). Sebagai ganti tes masuk, calon siswa akan mengikuti observasi. Observasi ini dilakukan semata-mata untuk mengumpulkan informasi akan kesiapan, kelebihan, dan kekurangan siswa agar dengan demikian bisa dirancang kegiatan pembelajaran yang sesuai untuk masing-masing siswa tersebut.

Tentang Fun Learning, Suasana Demokratis, dan Disiplin

Meski sepenuhnya percaya bahwa para siswa akan belajar paling baik dalam suasana nyaman, fun, dan demokratis, Lazuardi juga percaya pada keharusan menegakkan disiplin di kalangan para siswanya. Bahkan, pendekatan belajar-mengajar yang fun dan demokratis justru lebih membutuhkan disiplin yang ketat agar tidak terjadi chaos.

Pendisiplinan siswa dilakukan dengan Disiplin Positif untuk membangun keasadaran siswa itu sendiri, dengan sedapat mungkin disiplin ditetapkan sebagai konsensus dengan para siswa sendiri secara adil, serta tidak merusak harga diri dan kepercayaan diri siswa.

Tentang Hafalan

Jika seorang siswa telah memiliki kecintaan kepada ilmu pengetahuan dan tahu caranya mencari ilmu dan pengetahuan, maka keberadaan alat-alat teknologi informasi (menyimpan dan mencari) seperti komputer, internet, yang di masa-masa yang akan datang akan menjadi lebih praktis, kecil, ringan, powerful, dan affordable akan menggantikan fungsi hafalan. Sekaligus fungsi yang membantu untuk terus menerus meng-update wawasan dan pengetahuan yang terus berubah dan berkembang. Hafalan dibatasi (diminimumkan) hanya pada hal-hal yang tak bisa tidak memang harus dihafal, seperti konsep aritmatika, bacaan shalat, doa-doa dan lain sebagainya.

Hal ini mengingat, bahwa cepatnya perubahan zaman, akan banyak hal yang telah dihafal kehilangan relevansinya (kedaluwarsa, obsolete) ketika anak-anak menjadi dewasa. Belum lagi jika kita sadari bahwa banyak hal yang dihafal hanya bertahan dalam waktu pendek dan kenyatannya mudah terlupa, hafalan yang tidak diperlukan akan diganti dengan latihan dan praktik.

Tentang Pekerjaan Rumah

Pekerjaan rumah yang membebani, diminimumkan untuk memberikan waktu bagi siswa dalam mengembangkan diri di berbagai kegiatan tambahan sekolah, dalam kegiatan bermain dan bersosialisasi dengan keluarga dan lingkungan. Meski demikian, tetap diperlukan pekerjaan rumah untuk pelajaran-pelajaran yang memerlukan banyak latihan seperti membaca, menulis, matematika dan kegiatan-kegiatan (projects) yang membutuhkan interaksi dengan lingkungan luar sekolah, wawancara, penelitian, dan sebagainya.

Namun, kapan saja dimungkinkan, hendaknya pekerjaan rumah tersebut juga mengandung unsur yang menyenangkan bagi siswa sehingga tak terlalu menambah beban dan tingkat stres siswa (kadang-kadang juga keluarganya).

Tentang Penerapan Bilingual Teaching

Bilingual Teaching, yakni penggunaan Bahasa Inggris di samping bahasa Indonesia sebagai medium pengajaran, dilakukan secara bertahap sesuai dengan perkembangan dan kesiapan siswa yang dimulai dari Pra sekolah.

Tentang Text Books dan Bahan Ajar

Dengan mengikuti Standar Kurikulum Nasional dan Kurikulum Cambridge , maka selain menggunakan buku Kurikulum 2013 Lazuardi juga menggunakan text books Cambridge (United Kingdom) dan buku Cambridge (Marshal Cavendish) yang sesuai dengan kurikulum khas Lazuardi. Selain itu, digunakan juga Material dan worksheet yang dikembangkan sendiri oleh para guru baik online maupun hard copy. Penggunan text books berbahasa Inggris diharapkan juga dapat lebih mendukung program bilingual teaching

Tentang Tes dan Ujian

Autentic Assesment dilakukan sesuai Standar Indikator Kompetensi yang diharapakan. Penilaian (assesment) dan ujian (examination) sepenuhnya sejalan dengan kurikulum khas Lazuardi dalam tingkatan High Order Thinking Skills (HOTS) . Penilaian dan ujian diarahkan untuk menilai pemahaman dan penguasaan siswa atas dasar-dasar ilmu dan wawasan umum, bukan hafalan-hafalan.

Penilaian juga tak hanya mengambil bentuk tes tertulis, melainkan juga tes praktik maupun kenyataan praktik sehari-hari siswa dalam kehidupan sekolah, sesuai dengan sifat kemampuan yang diharapkan dari siswa dalam ranah kognitif, afektif atau psikomotorik.

Bobot penilaian antara tes tertulis, tes praktik, dan kenyataan praktik sehari-hari untuk masing-masing bidang pelajaran bisa bervariasi sesuai pada jenis kemampuan yang diharapkan tersebut.

Tes diselenggarakan terutama untuk meng-endorse penguasan siswa, dan mendapatkan feed back bagi kegiatan belajar-mengajar (baik untuk sekolah, guru, maupun siswa sendiri).

Tentang Kesiapan Siswa Menghadapi Standar non-Lazuardi (Ujian Akhir, Ujian Masuk ke Jenjang Lebih Tinggi, dan Jika Siswa Pindah Sekolah di Tengah Jalan)

Untuk menghadapi ujian akhir atau ujian masuk ke jenjang yang lebih tinggi, Lazuardi menyediakan waktu khusus dan secukupnya (sedikitnya satu semester terakhir) menjelang ujian-ujian tersebut untuk men-drill para siswa dengan unsur-unsur kurikulum nasional.

Penyediaan waktu ini dapat dimungkinkan mengingat kurikulum khas Lazuardi bisa diselesaikan lebih cepat. Kepindahan sekolah siswa tidak mengalami kesulitan dimana siswa lazuardi dapat mengikuti pembelajaran Kurikulum Nasional maupun Internasional dan siswa lazuardi dapat menunjukan prestasinya di sekolah lanjutan maupun sekolah pindahan

Tentang Kaidah Semua Anak Naik Kelas

Lazuardi menganggap sebagaimana sistem yang diterapkan di negara-negara maju, siswa harus menempati jenjang pendidikan berdasar usianya. Membiarkan anak tetap tinggal di kelasnya yang lama karena kurangnya prestasi akademik, lebih banyak merugikan siswa ketimbang menguntungkan. Hal seperti ini lebih sering merusak self confident siswa, mencerabutnya dari jaringan-sosialnya, dan dengan demikian tidak banyak membantu membangkitkan semangatnya. Yang sering terjadi, anak yang tinggal kelas akan terus mundur prestasinya. Yang lebih diperlukan adalah program remedial dan upaya untuk membangkitkan semangat belajar siswa yang mundur. Khususnya untuk jenjang-jenjang pendidikan rendah, keberhasilan siswa masih amat tergantung dan lebih merupakan tanggung jawab guru dan sekolah.

Siswa dapat saja tidak dinaikkan kelas karena alasan-alasan yang amat khusus, umumnya terkait dengan persoalan sikap, seperti banyak melanggar prinsip kedisiplinan dan aturan sekolah atau tidak memenuhi syarat kehadiran, sering tidak masuk sekolah dan kurangnya perhatian orang tua dalam hal tersebut, atau karena alasan-alasan lain yang dapat diterima. Namun, sebelumnya sudah harus dilakukan peringatan dan diambil tindakan-tindakan pembinaan. Keputusan untuk tak menaikkan kelas harus mendapatkan approval dari Direktur Sekolah dan diskusi dengan orang tua.

Tentang Nilai Penting Membaca dan Menulis

Perlu penekanan khusus pada peningkatan kemampuan membaca dan menulis siswa. Karena, kegiatan membaca dan menulis sudah disepakati amat sentral dalam menentukan kesuksesan, sekaligus menunjang pencapaian kesejahteraan dan kebahagiaan hidup. Membaca bukan saja menambah ilmu dan wawasan yang makin krusial dalam lingkungan yang berubah secara amat cepat melainkan juga dapat meningkatkan daya tahan (resilience. Adversity Quotient), sekaligus juga memiliki unsur eksistensial dan terapeutik. Menulis adalah medium ekspresi dan komunikasi, serta memiliki juga unsur terapeutik. (Dalam hubungannya dengan kegiatan menulis ini, kegiatan membaca juga memiliki peran yang amat menetukan). Sepintar apapun dan seluas apa pun wawasan seseorang, kesemuanya itu tak akan banyak berguna jika tak terkomunukasikan.

Tentang Prinsip Pendidikan Inklusi

Lazuardi percaya bahwa setiap anak dapat didik untuk hidup sejahtera dan berhak untuk mendapatkan pendidikan yang terbaik. Di sisi lain, Lazuardi juga percaya bahwa anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus (special needs) akan terdidik dengan cara paling baik jika diakomodasi dalam sebuah pendidikan umum bersama anak-anak yang tak memiliki kebutuhan khusus. Sekaligus juga lebih memungkinkan mereka untuk memola cara-hidup mereka sesuai dengan cara hidup pada umumnya.

Pada praktitknya, keberadaan anak-anak dengan kebutuhan khusus ini ternyata juga memberikan nilai positif pada anak-anak lainnya. Yakni, dalam bentuk tumbuhnya kasih sayang dan rasa pengertian (empati) kepada teman-teman. Secara tidak langsung, hal ini menjadi medium tumbuhnya emotional intelligence (khususnya aspek interpersonal intelligence), yang terbukti akan amat bermanfaat bagi kesuksesan dan kebahagiaan hidup.

Tentang Pengajaran Agama

Pengajaran agama di Lazuardi, ditumbuhkan dengan pemahaman tentang keimanan dan kecintaan pada Allah SWT dan Rasulullah SAW , selain dimaksudkan untuk memberikan keterampilan menjalankan ibadah, dan diarahkan terutama untuk menanamkan akhlak mulia dengan meneladani Rasulullah SAW kepada para siswanya. Orientasi pembelajaran ibadah agama dilakukan dengan pembiasaan dan pemaknaan sesuai usia siswa.

Selain itu, pengajaran juga diarahkan kepada penghayatan agama yang bersifat terbuka dan progresif, yakni sejalan dengan kemajuan dan kebutuhan zaman, tanpa mengorbankan prinsip-prinsip dasar agama. Termasuk di dalamnya toleransi dalam beragama dan antaragama, yakni toleransi kepada berbagai kelompok di lingkungan persaudaraan Islam, maupun kepada masyarakat beragama lainnya.

PRE-TK / TK

Lulusan TK Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SD mana saja?

Sebagian besar melanjutkan ke  SD lazuardi Haura Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SD Negeri. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi  di SD negeri dan swasta.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Kegiatan ekskul adalah kegiatan yang dilakukan setelah jam sekolah. Antara lain ekskul tradisional dance, Taekwondo, Hulahop, angklung dan Taman Cinta Quran untuk penambahan jam belajar membaca quran sore hari dengan metode Tilawaty mudah menyenangkan (dengan Ustadz yang terlatih den tersertifikat dari lembaga Quran).

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana sekolah mengajarkan pendidikan agama?

Orientasi pembelajran agama di TK lazuardi GIS mengacu pada peningkatan budi pekerti ahlak/ karakter , ibadah sesuai  fikih di usianya dan penanaman Aqidah.

Apakah di TK Lazuardi menggunakan bahasa Inggris?

Lazuardi mengenalkan  penggunaan bahasa inggris sebagai medium pengajaran (pengantar bahasa) di samping bahasa indonesia dalam aktivitas belajar di sekolah.

Apakah TK lazuardi memberikan hafalan kepada siswanya?

Lazuardi lebih menekankan penanaman konsep dan pembiasaan bukan hafalan (memorize) yang hanya menggunakan kemampuan mengingat kecuali pada materi yang memang membutuhkan hafalan seperti : bacaan sholat. Anak-anak melakukannya dengan praktek shalat setiap hari sesuai dengan tahapan kemampuannya.

Bagiamana penerapan Activity Learning di kelas?

Strategi belajar lebih menitik beratkan pada keaktifan siswa. Untuk mendekatkan siswa pada kenyataan hidup sehari hari lazuardi menerapkan konsep pembelajaran kontekstual . sebanyak mungkin pembelajaran di aplikasikan dalam praktek kehidupan sehari hari (Applied learning).

Bagaimana cara belajar di TK Lazuardi?

Dengan moving class, berpindah pindah tempat/ sentra sesuai dengan materi yang akan di ajarkan. Lazuardi menjadikan lingkungan alam sebagai bagian dari fasilitas  belajar dengan segala konsekuensinya.

Apakah sekolah lazuardi memberikan PR bagi siswanya?

Lazuardi mengurangi beban pekerjaan rumah. Pekerjaan rumah diberikan dalam bentuk project dalam tema tema yang akan berganti setiap 2-3 minggunya. Project tersebut juga melibatkan orangtua di rumah.

Bagaimana penerapan Disiplin di Lazuardi, apakah ada hukuman?

Lazuardi Haura GIS menerapkan suasana belajar yang menyenangkan dan demokratis namun tetap menjunjung tinggi disiplin. Dalam penerapan kedisiplinan siswa, Lazuardi GIS berpedoman pada konsep disiplin positif (menghindari hukuman fisik maupun psikis yang menjatuhkan mental siswa).

Bagaimana sistem penilaian yang diterapkan di TK Lazuardi?

Sistem penilaian yang diterapkan oleh Lazuardi GIS tidak semata-mata berdasarkan evaluasi akademik; proses belajar sehari – hari juga mendapat porsi yang tinggi. (Authentic Assesment). Penilaian akan meliputi ranah kognitif, psikomotorik, dan afektif.

Metode apa yang dipakai sekolah lazuardi untuk melihat berbagai kecerdasan pada setiap anak?

Lazuardi menggunakan pendekatan Multiple Intellegences dengan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga menghargai berbagai kecerdasan yang dimiliki oleh setiap anak. Sesuai dengan penelitian yang semakin mengemuka, kami yakin bahwa setiap anak adalah juara sebagaimana kecerdasan beragam yang mereka miliki.

SD

Apakah yang dimaksud dengan CIPP (Cambridge International Primary Program)?

Cambridge International Primary Program adalah program dari Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pendidikan sekolah dasar (SD) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Bagaimana dengan siswa yang tidak bisa bahasa inggris yang mengikuti kurikulum cambridge?

SD Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris, seperti English day, English corner, dan English club. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam 3 (tiga) pelajaran English, Science dan Mathematic yang menggunakan  Kurikulum Cambridge, siswa akan terpantau kemampuannya dalam Cambridge Progression Test dari kelas 3 sampai kelas 5 dan juga Check Point Test di kelas 6 (opsional).

Lulusan SD Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SMP mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMP Negeri di Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SMP swasta, baik di dalam maupun di luar kota. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi baik pada bidang akademik maupun non akademik dan memiliki karakter yang kuat untuk melanjutkan ke  SMP negeri maupun swasta.

Bagaimana kesempatan SD Lazuardi masuk ke SMP Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMP negeri terbaik di Bandar Lampung maupun di luar kota bahkan ke luar negeri.

Apakah sering terjadi Bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SD Lazuardi untuk mengkondisikan lingkungan siswa secara positif, antara lain guru selalu berada di kelas, tidak ada ruang guru terpisah.  Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa, dengan kelas kecil dan jumlah siswa yang terbatas . Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa. Pelaksanaan pembelajaran dilaksanakan dengan metode yang memungkinkan siswa untuk belajar bersama kelompok sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SD Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji Quran (reciting Quran), ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama, Khataman Quran dan Spiritual Camp serta kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam.

Guru-guru  agama Islam adalah lulusan Universitas Islam Terkemuka di Indonesia dengan pengalaman Qira’ah Musabaqah Tilawatil Quran.

Lazuardi Haura juga membuka Taman Cinta Quran untuk penambahan jam belajar membaca quran sore hari dengan metode Tilawaty mudah menyenangkan (dengan Ustadz yang terlatih den tersertifikat dari lembaga Quran).

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Ekskul terdiri dari Ekskul Wajib (untuk kelas atas ) yaitu : Pramuka, dan Marching Band / Ansamble

Ekskul pilihan pilihan

Yaitu Futsal, Basket Ball, Panahan, Menari, Sempoa, Manga, dan Taekwondo. Ekskul merupakan kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya.  Ekskul diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu.

Selain itu juga terdapat club seperti : English club, Science club, dan Tahsin-Tahfiz club. Club merupakan program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu.  Keikutsertaan club atas rekomendasi guru.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia antar jemput sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana Persiapan Ujian Sekolah nantinya?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 6 akan dipersiapkan pada persiapan Ujian Sekolah (US). Persiapan yang dilakukan adalah: Try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus.

SMP

Apakah yang dimaksud dengan LSP (Lower Secondary Program)?

Cambridge Lower Secondary Program adalah program dari Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pendidikan menengah pertama (SMP) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Bagaimana dengan siswa yang tidak bisa bahasa inggris yang mengikuti kurikulum cambridge?

SMP Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran berkurikulum Cambridge di kela.

Lulusan SMP Lazuardi Haura GIS melanjutkan ke SMA mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMA Negeri Bandar lampung dan ada yang melanjutkan ke SMA swasta, di dalam dan luar kota. Alhamdulillah, siswa lazuardi berprestasi pada pada SMA negeri dan swasta.

Bagaimana kesempatan SMP Lazuardi masuk ke SMA Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMA negeri. Baik alumni siswa kami yang berasal dari SMA negeri atau swasta pun pada akhirnya tetap dapat melanjutkan ke universitas negeri.

Apakah sering terjadi Bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SMP Lazuardi untuk mengkondisikan lingkungan siswa secara positif, antara lain: Ruang guru berada di kelas, tidak ada ruang guru terpisah.  Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa, dengan kelas kecil jumlah siswa yang terbatas . Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa,. Pelaksanaan pembelajaran program Unit Aktivitas yang setiap kelompoknya terdiri atas gabungan siswa ketiga jenjang (7-9) sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SMP Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji Quran, ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama yang diadakan sekitar 2-3 kali dalam setahun  dan kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam dan juga Spiritual Camp (Pesantren Kilat).

Guru-guru  agama Islam adalah lulusan Universitas Islam Terkemuka di Indonesia dengan pengalaman Qira’ah Musabaqah Tilawatil Quran.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Ekskul terdiri dari Ekskul Wajib yaitu: Pramuka, Unit Aktifitas pilihan yaitu Futsal, Panahan, Basket, Menari, marching band, Ansamble, Musik Tradisional Lampung, Musik Group Band dan Club TED ED Club, English Club, Research Club, Tahsin – Tahfiz Club.

  • Unit Aktifitas adalah kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya dan tidak termasuk dalam materi pembelajaran. Diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu.
  • Ekskul Wajib adalah kegiatan pembelajaran (program pengembangan life skills)
  • Club adalah program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu, Keikutsertaannya atas rekomendasi guru.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia antar jemput sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Bagaimana Persiapan Ujian Nasional nantinya?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 9 akan difokuskan pada persiapan Ujian Nasional (UN). Persiapan yang dilakukan adalah: Try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus.

PELANGI
Extras

Apakah Project-Based Learning?

Project-Based Learning(PBL) adalah pendekatan pengajaran yang secara sistematik melibatkan siswa secara aktif dalam memperoleh pengetahuan, meningkatkan pemahaman dan kecakapan hidup melalui serangkaian proses penyelidikan dan pencarian informasi yang memunculkan pertanyaan-pertanyaan yang bersifat kompleks dan autentik dalam kegiatan atau proyek tertentu.

Project-Based Learning merupakan pendekatan dinamis terhadap pengajaran dan pembelajaran yang semakin diterima di dunia pendidikan. Kegiatan pembelajaran PBL, di mana siswa mengeksplorasi masalah dan tantangan dunia nyata, semakin populer dan terbukti melibatkan minat dan motivasi diri siswa.

Apakah Project-Based Learning sama dengan project yang biasa ditugaskan guru selama ini?

Penugasan project selama ini  memang cukup berhasil, namun tidak semua “project” mengarah pada pembelajaran.  Seringkali project dikerjakan sendiri tanpa mempertimbangkan pentingnya kerja sama kelompok atau malah dikerjakan oleh orangtua. Bahkan jika dilakukan dalam kelompok, kontribusi siswa secara individual tidak terlihat, atau tidak semua anggota tim berperan secara memadai. Kelemahan lain adalah penilaian yang lebih menekankan pada hasil  tinimbang proses.

Project-Based Learning mengatasi masalah tersebut dengan adanya metodologi yang tepat. Sebuah project yang baik harus berakar dari riset dan memiliki tiga unsur penting: penguasaan konten, penggunaan dan pengembangan keterampilan menyelesaikan masalah dan kecakapan lain yang termasuk dalam Kecakapan Abad Ke-21, serta penguasaan mendalam tentang subyek yang dipelajari.

Apa saja faktor-faktor penting dalam kerangka pembelajaran Project-Based Learning?

Project-Based Learning dirancang dengan mempertimbangkan beberapa faktor penting:

  • Lingkungan belajar yang aman dan terhormat
    • Keamanan fisik dan intelektual bagi semua siswa harus dilindungi sehingga siswa dapat mengambil risiko yang dituntut dalam situasi project yang kompleks. Guruharus menetapkan batas-batas perilaku yang jelas dan mendukung suatu

 

  • atmosfer di mana gagasan yang berbeda dapat bersanding dengan saling menghormati.

 

  • Hubungan guru dan siswa yang personal
    • Guruharus mengenal siswanya dengan cukup baik untuk menjadi mitra pendidik orangtua di sekolah. Ini membutuhkan niat membangun hubungan baik dengan siswa, bersedia mendengarkan dengan hormat dan aktif, dan menyediakan kesempatan nyata bagi siswa untuk turut membentuk lingkungan belajar mereka.
  • Hubungan sesama siswa yang produktif
    • Kemampuan kerjasama tim yang baik yang disyaratkan sebagian besar project membutuhkan lingkungan kelas di mana siswa saling mengenal, mempercayai dan menghargai serta siap terlibat dalam situasi kolaborasi yang kental.
  • Transformasi peran guru
    • PBL mengubah peran guru dari penyedia materi menjadi koordinator pembelajaran. Guruakan mengurangi waktu menerangkan dan mengarahkan, dan sebaliknya akan lebih banyak merencakan, mengamati, mendengarkan, melatih, memfasilitasi dan membentuk karakter.
  • Keterlibatan dan komitmen guru yang semakin intens
    • Guru harus memberi teladan komitmen yang tinggi. Ini berarti bersedia melakukan lebih dari yang diharapkan siswa, merespon kebutuhan individual, mempertahankan harapan keberhasilan bagi semua, dan menolak membiarkan siswa “bersembunyi” atau lolos dengan usaha yang setengah-setengah.
  • Keterlibatan orangtua dalam pembelajaran
    • Orangtua dapat memainkan peran penting dengan membantu siswa dalam proses penyidikan dan pencarian (inquiry), menyediakan sumberdaya tambahan, mendampingi siswa dalam kunjungan belajar yang sesuai dan menjadi penonton dalam eksibisi publik.
  • Kemitraan dengan masyarakat
    • Organisasi kemasyarakatan, perusahaan, dan institusi pendidikan tinggi juga dapat mendukung PBL dalam berbagai cara. Beberapa mitra dapat menyediakan project pendorong (impetusproject) dengan memberdayakan siswa untuk memecahkan masalah riil untuk sekolah, perusahaan atau organisasi mereka. Pihak lain dapat bekerjasama dengan menyediakan mentor, pengarah project, pakar, dan panel penilai unjuk kerja.

Bagaimana teknis penerapan Project-Based Learning di Lazuardi GIS?

Pada tahun ajaran 2013-2014, telah dibuka satu kelas program PBL di Kelas 1, sementara Kelas 1 lainnya tetap menjalankan program reguler. Siswamengikuti model PBL mulai Kelas1 hingga Kelas5. Di Kelas 6, siswa akan mengikuti persiapan Ujian Nasional secara intensif untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.

Bagi siswa program PBL, mata pelajaran Bahasa Indonesia, Social Studies, Science, Health, Math dan PKn akan terintegrasi dalam project mereka. Siswa program PBL akan bergabung dengan siswa program reguler dalam mata pelajaran lain seperti dalam Olahraga, Art, Pendidikan Islam, English Language Arts; dan kegiatan tambahanseperti Club dan Unit Activity.

Apakah ada kriteria khusus bagi peserta program PBL?

Kegiatan belajar dengan pendekatan Project-Based Learning  mensyaratkan kemandirian siswa dan dukungan orangtua untuk secara intens terlibat dalam pembelajaran. Selain kedua hal tersebut, tidak ada persyaratan lain. Biaya program Project-Based Learning sama dengan biaya kelas reguler.Jika orangtua berminat mengikutsertakan putra/putrinya dalam program ini, silakan menghubungi sekolah untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Apakah yang dimaksud dengan LSP (Lower Secondary Programme)?

Cambridge Lower Secondary Program adalah program Cambridge University, Inggris, untuk peningkatan kualitas pedidikan menengah pertama (SMP) – khususnya dalam 3 bidang utama, Bahasa Inggris, Matematika dan Sains.

Notes: LSP ini masih tercantum di brosur. Ada informasi bahwa LSP sudah di update dengan program Secondary 1. (bisa di cross check ke ASEO)

Bagaimana dengan siswa tidak bisa berbahasa Inggris yang mengikuti kurikulum Cambridge?

SMP Lazuardi mengadakan berbagai program pengembangan bahasa Inggris. Dengan kemauan yang kuat dan penuh rasa percaya diri, siswa yang belum terbiasa berbahasa Inggris seiring perjalanan waktu akan terbiasa berbahasa Inggris. Begitu pula dengan penggunaan bahasa Inggris dalam pembelajaran berkurikulum Cambridge di kelas.

Lulusan SMP Lazuardi melanjutkan ke SMA mana saja?

Ada yang melanjutkan ke SMA Negeri (Depok dan Jakarta), ada yang melanjutkan ke SMA swasta.

Bagaimana chance SMP Lazuardi untuk masuk ke SMA Negeri?

Berdasarkan pengalaman siswa-siswa yang sudah lulus, banyak siswa yang dapat melanjutkan ke SMA negeri. Baik alumni siswa kami yang berasal dari SMA negeri atau swasta pun pada akhirnya tetap dapat melanjutkan ke universitas negeri.

Apakah sering terjadi bullying?

Kemungkinan Bullying  sangat kecil terjadi karena banyaknya program yang dilakukan SMP Lazuardi untuk menekannya, antara lain: guru kelas stand by di kelas. Setiap guru fokus dan mengawasi perilaku siswa. Ada jadwal guru piket di setiap kegiatan rutin dan keseharian siswa,. Pelaksanaan pembelajaran program Unit Aktivitas yang setiap kelompoknya terdiri atas gabungan siswa ketiga jenjang (7-9) sehingga siswa terlatih untuk bekerja sama dan berinteraksi dengan welas asih.

Seberapa banyak materi pelajaran agama Islam yang diberikan dan dalam bentuk apa saja?

Selain materi pelajaran sesuai kurikulum 2013, SMP Lazuardi memiliki banyak program pelajaran Agama Islam yang diterapkan dalam keseharian siswa di sekolah. Antara lain mengaji, ratiban, shalat berjamaah, doa bersama. Selain itu, siswa mengikuti kegiatan rutin berdasarkan waktu tertentu, yaitu Tahajud Bersama yang diadakan sekitar2-3 kali dalam setahun  dan kegiatan perayaan hari-hari besar Agama Islam.

Apa saja kegiatan ekskul yang diadakan di sekolah?

Antara lain ekskul panahan, renang, taekwondo, mangaa, mini orkestra.

Apakah tersedia fasilitas antar jemput?

Ya, tersedia sesuai area yang ditentukan oleh sekolah.

Pukul berapa kegiatan pembelajaran dimulai dan selesai?

Pembelajaran dimulai pukul  7.30 dan selesai pada pukul 14.35 WIB.

Bagaimana persiapan UN nanti?

Seluruh kegiatan pembelajaran siswa kelas 9 akan difokuskan pada persiapan Ujian Nasional (UN). Persiapan yang dilakukan adalah: try out, latihan soal di kelas, bimbingan belajar bersama guru-guru di sekolah dengan jadwal khusus

Perbedaan antara ekskul, UA, dan club

Ekskul (ekstrakurikuler) adalah kegiatan yang dapat dipilih siswa sesuai minatnya dan tidak termasuk dalam materi pembelajaran. Diadakan saat pulang sekolah atau hari Sabtu, memerlukan biaya khusus jika siswa ingin mengikutinya.

UA (Unit Aktivitas) adalah kegiatan pembelajaran (program pengembangan life skills)yang terbagi atas beberapa paket, sudah termasuk dalam biaya sekolah, dan wajib diikuti oleh seluruh siswa. Setiap paket terdiri dari beberapa bidang: olahraga, musik, Art, pengembangan diri, dan IT.

Club adalah program pengembangan khusus siswa yang berbakat/berpotensi dalam bidang tertentu, contohnya: Club Band, Club Science. Tidak dikenakan biaya untuk bergabung dalam club tertentu. Keikutsertaannya atas rekomendasi guru.